JEMBER KLIKSURABAYA CO ID-Pemerintah Kabupaten Jember terus mematangkan arah kebijakan anggaran daerah dengan fokus utama pada pengentasan kemiskinan dan peningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan usai pembahasan Pandangan Umum (PU) fraksi-fraksi DPRD Jember terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD), Jumat (4/9/2026).
Bupati Jember Muhammad Fawait, menyambut positif berbagai masukan dan saran yang disampaikan oleh seluruh fraksi di DPRD.
Menurutnya, proses pandangan umum tersebut berjalan konstruktif demi kemajuan daerah.
“Tadi masih pandangan umum, insyaallah kami lanjutkan lagi dengan tahapan-tahapan berikutnya. Saya pikir tadi sudah bagus; masukan, saran, dan banyak hal disampaikan. Itu sangat positif untuk Kabupaten Jember,” ujar Fawait.
Dia mengungkapkan bahwa Jember saat ini mendapatkan perhatian cukup besar dari pemerintah pusat di berbagai sektor prioritas.
Sektor pendidikan, misalnya, menerima alokasi revitalisasi sekolah yang nilainya meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Dukungan serupa juga mengalir pada sektor pertanian, infrastruktur, hingga alokasi dana transfer pusat.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh alokasi anggaran tersebut akan dioptimalkan untuk mencapai sasaran utama Pemkab Jember
”Filosofi tujuan berbangsa dan bernegara itu adalah kesejahteraan, dan kesejahteraan selalu ditandai dengan pengentasan kemiskinan. Terkait ada perbedaan pendapat atau perlakuan treatment yang berbeda, itu hal biasa. Yang penting ujungnya nanti terlihat di angka-angka indikatornya,” jelasnya.
Menanggapi isu data kemiskinan, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam penggunaan acuan data, baik dari Badan Pusat Statistik (BPS) maupun lembaga internasional seperti Bank Dunia (World Bank).
Ia mengajak semua pihak melihat tren perkembangan data secara jangka panjang.
”Jangan hanya melihat kondisi saat ini saja, tetapi lihat perkembangannya dalam 5 atau 10 tahun terakhir. Di era Presiden Prabowo, angka kemiskinan baik versi BPS maupun World Bank terus mengalami penurunan dan sudah berada di jalur yang benar,” tambahnya.
Terkait proyeksi defisit serta skema dana talangan dalam RAPBD, dia meluruskan persepsi publik agar tidak disalahartikan sebagai bentuk kekurangan anggaran.
Ia menjelaskan bahwa defisit merupakan bagian dari strategi politik anggaran untuk mengantisipasi dan merencanakan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) dari tahun sebelumnya agar dapat dimanfaatkan lebih awal pada tahun berjalan.
”Defisit itu bukan berarti kita kekurangan uang, melainkan bagian dari politik anggaran untuk merencanakan SILPA tahun sebelumnya agar bisa digunakan lebih efektif. Begitu juga dengan dana talangan, tujuannya untuk mengefektifkan belanja yang diusulkan ke pemerintah pusat sejak awal,” tegasnya.
Mengenai usulan alokasi anggaran untuk perbaikan infrastruktur jalan, Pemkab Jember menyambut baik aspirasi dari fraksi-fraksi DPRD.
Namun, pelaksanaan proyek infrastruktur akan diprioritaskan pada pekerjaan yang terukur dan tidak memakan waktu lama guna menghindari penumpukan SILPA di akhir tahun anggaran.***
